Secercah Cahaya
TRIGGER WARNING!!
Perundungan digital (cyberbullying), kekerasan emosional/psikis sistematis, manipulasi, ancaman.Halaman ini dibuat atas kesadaran amancangah itu sendiri untuk menjelaskan kenapa batasan yang ada begitu ketat melalui pengalaman nyata. Dimohon untuk tidak membuat tindakan gegabah usai membaca halaman ini.Sebagai gambaran besar, aku memberikan pembukaan dasar. Aku dan A.R merupakan dua orang digital baru kenal sekitar tanggal 18 November 2023 melalui komentar A.R terhadap hasil art commission yume ku; Melodi Musim Gugur di akun artist. Kami sama sekali belum membangun hubungan pertemanan secara berkala.
Tahun 2024
Pada bulan Februari—tepatnya tanggal 14, A.R menunjukkan gelagat aneh berupa keluar dari sebuah grup usai mengajukan sebuah permintaan pada admin berupa menghapus ceritanya dari draf di akun wattpad grup tanpa menjelaskan alasan kenapa menginginkan ceritanya dihapus dari draf maupun alasan dia keluar dari grup. Aku telah merasakan hawa tidak enak usai dia keluar. Setelah beberapa hari usai ia keluar, ia mengunggah karyanya sendiri melalui wattpad dan aku membaca karya tersebut kala senggang. Selama membaca, aku menemukan sebuah fakta serta jawaban dari gelagat aneh A.R, rupanya cerita kami ada yang tidak sengaja sama.Sepanjang bulan Februari sampai Agustus, A.R melancarkan aksi merundung, tuduhan tak beralasan hingga memanipulasiku di aplikasi WA. Pada bulan April 2024, ia mengirimkan chat berupa pertanyaan apakah dia manis atau tidak di pesan pribadi. Aku menunjukkan reaksi terkejut baik di dunia nyata maupun digital, intuisi berkata ada yang tidak beres dan logika merasa penasaran atas kehadirannya.Seusai menjawab pertanyaan pertama, ia mengajukan pertanyaan kedua berupa nama asliku itu siapa? Aku tentu menanyakan untuk apa, namun A.R menunjukkan sisi memaksa dengan alibi buat berkenalan sehingga aku memberikan satu kata dan A.R mulai menerka lanjutan nama asliku. Saat aku menjelaskan nama asliku dari bahasa Arab, A.R kembali membuat tebakan bersifat labeling secara terselubung yakni “Orang Arab toh?” yang membuatku kembali menjelaskan dan memberikan satu kata untuk mengetes sejauh mana gelagatnya sembari bertanya, “Kenapa?” dan A.R menjawab, “Engga, mau aku santet”.Sebuah jawaban di luar ekspektasiku dan aku segera menanyakan apakah dia bercanda, namun malangnya ia menjawab “Asli kok.” tanpa rasa bersalah.Singkatnya di bulan Agustus tanggal 3, A.R mendatangiku untuk menyelesaikan masalah yang sebenarnya dia buat sendiri. Awal mula aku mengira masalah ini terkait tuduhan plagiatnya dikarenakan cerita kami tidak sengaja sama serta ketidaksukaan dia terhadap style rambut Natsume Minami dan penggunaan aset seperti kacamata di neka meniru dirinya. Namun rupanya, ia turut mempermasalahkan aku memiliki akun zepeto avatar Minami seperti miliknya sebelum ia rombak besar-besaran menggunakan zem.Kami berdialog cukup alot lantaran A.R sama sekali tidak mempedulikan setiap pengakuanku bahwa aku sama sekali tidak plagiat ceritanya, A.R menuduhku plagiat ceritanya tanpa sebarang bukti dan beranggapan aku tau cerita kami sudah mirip di tanggal 14 Februari, namun memilih diam, padahal aku baru tahu selang beberapa hari usai 14 Februari dan langsung mengumpulkan beberapa bukti serta membawanya di hadapan A.R.A.R turut memberikan argumen bahwa aku hanya diam, sama sekali ga membantah apapun dan dia tau bahwa aku tersindir setiap misuh-misuhnya. Pada kenyataannya tanggal 14 Februari 2024, aku sudah bertanya alasannya kenapa dia meminta admin untuk menghapus/tidak unggah ceritanya di akun wattpad grup, akan tetapi dia memilih menjawab gapapa lantas keluar tanpa penjelasan.A.R memutuskan untuk menghapus nomor wa ku dan cut off hubungan kami atas saran temannya, ia memberikan informasi yang sebenarnya tidak aku butuhkan yakni bagaimana dia membuat oc nya dengan cara riset dulu, cari tahu bagaimana oc kalian (entah kalian siapa yang dimaksud) dan yang lain biar ga ada kemiripan. Sebelum A.R memblokir nomorku, aku mengajukan pertanyaan untuk apa ia menanyakan nama asliku di bulan April lalu? Dia menjawab “buat nyantet lah” dengan perasaan tak bersalah.
Tahun 2026
Tanggal 6 April 2026, A.R mengirimkan pesan pribadi di discord dengan alibi ingin meluruskan beberapa kesalahpahaman. A.R meminta maaf padaku dengan kalimat, “Aku minta maaf sama kata-kata terakhir (santet) yang mungkin buat kamu kepikiran dan bersangkutan sama hal itu. Tapi demi Allah, itu hanya ketikan spontan, dan tidak menyangka kalau kamu akan menanggapi ucapan itu dengan serius.”A.R memberikan alasan berupa “Mungkin bisa dibilang 2023 adalah tahun terberat bagi kita berdua” dan itu sebabnya ia jadi jauh lebih sensitif karena tahun 2024 merupakan masa pemulihannya. Ia hanya mengatakan seperti itu tanpa menceritakan lebih jauh seperti apa masalahnya. Semakin jauh kami berdialog, semakin banyak retakan demi retakan yang ditunjukkan A.R. Ia beralasan kata santet itu hanyalah sarkas/jokes seperti duit dari Hongkong setelah aku tanyakan apakah ucapan santet itu hasil dari sensitifnya? Tak hanya itu, ia turut melontarkan kalimat/pertanyaan meremehkan yakni “Lho emang kamu ngerasain hal ghoib kah setelah kejadian itu? Haha” usai tahu bagaimana kondisi psikologisku.Selama berdialog dengannya, aku merasakan hawa pekat seperti yang pernah aku rasakan tahun 2024. Intuisiku benar, rasa skeptisme ku benar dikarenakan dia semakin lama memaksaku untuk bungkam sampai mengaturku seharusnya membahas tuduhan plagiat, bukan kata “santet” yang sudah dilontarkan darinya dua tahun silam.Singkatnya pada tanggal 8 April, ia semakin meremehkan ucapannya serta menyeret nama Natsume Minami yang merupakan oshi ku maupun dia. Berdasarkan kalimatnya yang aku kutip secara langsung dari dm discord tanggal 8 April 2026 pukul 11.09 WIB seperti ini, “Karena jujur aja aku kaget sama yang ada di surat itu kalau kamu mention tentang santet, itu di luar ekspektasi aku, dan aku tau dari Agustus 2025, kalau dari awal aku tau, aku bakal klarifikasi lebih awal.
Apalagi kamu pin di x kamu, itu buat aku ngerasa lucu
Sampe bingung harus nanggapinnya gimana, seakan aku dukun—kalau bareng mina sih gapapa—“Kalimat tersebut membuatku mengambil keputusan bulat menarik diri dari dm dengan memberikan alasan faktual bahwa aku mesti nugas dan A.R menjawab “Ok”. Namun dari tanggal 9-11 April 2026, ia memilih menerorku serta menyeret pihak ketiga guna menekanku agar mau membalas dm nya, tindakan A.R membuatku enggan berlama-lama di discord maupun X, hampir membuatku enggan menyentuh ponsel serta hampir menangis di rumah. Oleh karenanya, antara tanggal 12 atau 13 April, aku memutuskan memblokir akunnya.Terima kasih sudah membaca hingga habis dan memahami alasan mengapa batasanku begitu ketat, aku berharap baik aku maupun kalian mampu menghormati dan menghargai batasan orang lain.